Jumat,11 Februari 2011, 01.00 WIB-1,5 Jam Setelah Bimbel
Sudah 1 bulan lebih 5 hari saya menjadi bagian dari MA Amanatul Ummah. Menjadi Jajaran guru yang akan menghantarkan anak-anak kelas 3 Lulus Unas (InsyaAlloh). Amanah yang diberikan kepada saya adalah menjadi guru bimbel kelas 3 IPS yang mengampu mata pelajaran matematika dan Ekonomi Akuntansi. Amanah yang saya rasa cukup berat, mengingat 2 pelajaran tersebut sering kali menjadi “momok” bagi anak-anak IPS. Tapi, saya yakin dengan bantuanNya,,saya bisa menjalankan amanah ini.
Hari ini tepat H-66 UNAS. Semakin dekatnya hari, harusnya penguasaan materi anak-anak semakin banyak. Tapi ternyata, sampai hari ini, tidak lebih dari 10 anak dari total 31 anak, masih belum bisa menguasai materi baik matematika maupun ekonomi akuntansi . Terutama matematika, mayoritas masih sangaat sangat lemah kemampuan matematika, bahkan untuk bab aljabar yang paling sederhana saja, banyak yang belum bisa. Saya selalu bertanya-tanya,,lantas selama hampir 3 tahun mereka sekolah di SMA, apa yang sudah mereka dapatkan? Kok bisa merka bisa naik kelas, hingga sampai di penghujung kelas 3 SMA dengan kemampuan mereka yang sekarang ? (saya tidak bermasuk untuk merendahkan mereka)
Satu statemen dari Yohanes Surya yang selalu saya ingat adalah : di dunia ini tidak ada murid yang bodoh, yang ada adalah mereka yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari guru yang baik. Dari statemen tersebut, saya menarik sebuah kesimpulan, jangan-jangan guru yang mengajar mereka selama ini , bukan guru yang baik (dalam artian metode pengajarannya). Samapi akhirnya saya mulainya observasi kecil-kecilan untuk mendukung pikiran saya. Setalah beberapa kali melakukan satu obsevasi kecil, hasil yang saya dapatkan adalah, guru-guru saya rasa sudah mengunakan metode pengajaran yang tepat, yang akan membuat murid mengeri apa yang disampaikan. Lantas apa donk yang salah?
Observasipun saya tetap laksanakan.,dan akhinya saya menemukan alasan ketidakpahaman materi mereka , yaitu, tidak adanya semangat ato motivasi dari murid untuk bisa menguasai materi. Hal itu terlihat dari apa? Dari tingkat kehadiran mereka di kelas. Sebagus apapun guru menerangkan dengan metode yang bagus, tapi ketika semangat mereka untuk bisa tidak ada sama sekali, hal itu akan sia-sia saja. Bayangkan saja, dari 31 siswa, 15 pa dan 16 pi. Kehadiran pa setiap harinya hanya 5-6 orang, yang lain entah kenapa jarang masuk sekolah. Yang pi lebih rajin memang, hampir semua masuk, tapi yang memiliki semangat ingin bisa tinggi tidak lebih dari 8 orang. (pertanyaannya : kenapa hal ini terus dibiarkan oleh guru-guru yang lain? Entah kenapa? Jangan2 selama ini sudah ada upaya untuk mengubah mereka, tapi karena tidak adanya kesadaran dari diri masing-masing,, akhirnya y sudahlah…) dan saya rasa guru-guru yg lain sudah mulai lelah dan apatis untuk mengubah mereka.
66 hari lagi mereka akan menghadapi UNAS, yang akan menentukan keberlanjutan studi mereka. Dengan kemampuan yang ada sekarng,saya ragu nantinya kelas 3 IPS ini akan lulus 100%. Harus ada effort yang sangaat sangaat besar untuk mengajak mereka bersama-sama berjuang. Saya heran, kenapa tidak ada sedikitpun rasa takut di sebagian anak-anak bahwa nantinya mereka bisa saja tidak lulus UNAS? Kenapa mereka tidak merasa butuh degan sekolah (dengan bimbel juga tentunya), padahal mereka adalah anak-anak yang kemampuan akademiknya masih rendah? (Bukannya harusnya ketika tidak paham, ada semangat saya harus paham)
Entahlah,,cara apa yang tepat untuk mengubah mereka semua,,tidak hanya paham dari segi materi saja, namun juga menanamkan rasa tanggun jawab terhadap masa depan mereka. Diberi motivasi, wejangan-wejangan sudah terlalu seriiing, dan hasilnya hanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.Lantas cara seperti apa yang akan manjur untuk mengubah mereka? Itulah yang menjadi PR besar, sekaligus tantangn yang harus segera saya selesaikan, sebelum semuanya terlambat, mumpung masih tersisa 66 hari. Mengingaat saya masiih sangaat sangaat pemula di dunia ini,,tugas ini bukanlah tugas yang ringan(Semoga Alloh memudahkan,,amiiin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar